Arisan Seksi Sosialita

oleh , Permalink 0

 

Belakangan terakhir, isu arisan brondong dengan peserta wanita-wanita kaya yang menyebut dirinya sosialita kembali heboh. Seperti apa fenomena arisan yang berujung pada pesta seks itu?

Gara-gara di Palembang muncul sekelompok wanita berusia sekitar 40 tahun aktif menggelar arisan di ruang VIP Karaoke dengan hadiah “brondong” dengan sekali lelang nilainya bisa mencapai Rp 20 juta, saya diminta menjadi salah satu nara sumber di beberapa acara tv untuk membahasnya.

Di acara Speak After Lunch, inews TV, April 2017 lalu misalnya, tema arisan —baik yang sebenarnya maupun yang terselubung— menjadi topik hangat yang diperbincangkan. Saya katakan, fenomena arisan terselubung yang melibatkan unsur “seksi” di dalamnya pernah jadi tren gaya hidup. Arisan brondong adalah salah satunya. Sebenarnya, model arisan ini bukan hal baru. Tahun 2003, di buku Jakarta Undercover 1 (sex n the city) saya menulis panjang lebar tentang sekumpulan janda janda kaya yang menggelar acara rutin berkedok arisan dengan hadiah laki-laki ganteng, bahkan beberapa di antaranya dari kalangan selebriti.

Janda-janda kaya itu menggelar pesta di akhir pekan atau akhir bulan. Sekadar merayakan ulang tahun, arisan sampai foya-foya. Ujung-ujungnya, berakhir menjadi pesta memabukkan dan melibatkan sejumlah laki-laki tampan berbadan atletis yang dijadikan sebagai hiburan dan hadiah bagi peserta yang beruntung.

Tahun 2005, di buku Jakarta Undercover 2 (Karnaval Malam), saya juga menulis panjang lebar tentang kelab arisan seks yang digelar sejumlah wanita dari kalangan sosialita. Arisan yang sangat lain dari biasanya. Bukan uang yang menjadi target utama, tapi laki-laki ganteng yang menjadi pialanya.

Klub arisan seks itu ternyata jumlahnya puluhan, bahkan pesertanya ada yang mencapai 100 orang. Biasanya, mereka menggelar arisan dari satu kafe, hotel, karaoke atau rumah pribadi. Aturan mainnya sederhana, setiap anggota menyetor sejumlah uang yang disepakati untuk kemudian dikocok untuk menentukan siapa yang beruntung hari itu. Biasanya, uang yang disetor jumlahnya antara Rp 3 juta Rp 5 juta untuk setiap kali pertemuan.

Continue Reading…